GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi memulai langkah pembenahan data bantuan sosial (bansos) secara menyeluruh melalui uji coba Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Langkah ini diambil menyusul catatan data daerah yang menunjukkan sebanyak 168.909 keluarga atau setara 530.455 jiwa di Kabupaten Gresik masih berada dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Upaya pembenahan tersebut dibahas mendalam dalam Rapat Koordinasi Program Perlinsos Digital yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, dikutip dari gresiksatu.com, Jumat, (18/9/2026).
Wabup Asluchul Alif menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.
Menurutnya, pembaruan data mendesak dilakukan mengingat ketimpangan antara jumlah warga pada Desil 1-4 dengan realisasi penerima bansos saat ini—di mana penerima Program Keluarga Harapan (PKH) periode Juli–September 2026 tercatat 47.048 keluarga, dan penerima bantuan Sembako mencapai 64.695 keluarga.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami melibatkan ormas, kader, pendamping sosial, hingga mitra yang ber-IKD (Identitas Kependudukan Digital) karena mereka memiliki jaringan hingga ke tingkat bawah. Harapannya, warga yang benar-benar membutuhkan tidak ada lagi yang terlewat dari data," tegas Alif.
Ia juga menekankan bahwa para agen Perlinsos yang diterjunkan di lapangan harus bekerja objektif. Agen bertugas memvalidasi, mendampingi pengusulan, hingga mengoperasikan mekanisme sanggahan bagi penerima bantuan yang sudah tidak mematuhi kriteria kelayakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa Gresik terpilih menjadi satu dari 114 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam lokasi uji coba tahap kedua Perlinsos Digital.
"Output awal dari koordinasi ini adalah pembentukan tim pelaksana lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta penetapan agen Perlinsos di akar rumput. Setelah ini, kami segera melakukan percepatan pendaftaran IKD bersama Disdukcapil, sosialisasi, serta bimbingan teknis bagi para agen," kata Ummi.
Melalui integrasi Perlinsos Digital dan pemanfaatan IKD, Pemkab Gresik optimistis data warga miskin maupun rentan miskin dapat terevaluasi secara real-time, transparan, dan akurat. (ivan)