Inflasi Gresik Tembus 3,19 Persen, Harga Pangan Membekap Daya Beli Warga

gresik | 03 Oktober 2026 18:59

 

Warga dan Pedagang Mulai Merasakan Dampak

 

Di tingkat tapak, tekanan kenaikan harga ini memaksa warga untuk memperketat alokasi belanja harian. Rahma (34), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Kebomas, mengaku harus memutar otak agar dapur tetap ngebul tanpa membobol tabungan.

 

"Harga bahan pokok seperti beras dan bumbu dapur terasa sekali naiknya. Karena pendapatan suami tetap, terpaksa belanja bulanan ditakar lagi. Pengeluaran untuk kebutuhan sekunder terpaksa dipangkas dulu," tutur Rahma saat ditemui di Pasar Baru Gresik.

 

Kondisi senada diakui Slamet (45), salah satu pedagang bahan pokok di pasar yang sama. Menurutnya, kenaikan harga modal membuat volume pembelian konsumen ikut menyusut.

 

"Pembeli banyak yang mengurangi jumlah belanjanya. Yang biasanya beli satu kilo, sekarang diecer jadi setengah kilo. Dari distributor memang harganya sudah naik, jadi kami pedagang eceran juga serba salah," ungkap Slamet.

 

Lebih Rendah dari Angka Nasional

 

Meski dirasakan memberatkan oleh warga, angka inflasi tahunan Gresik sebesar 3,19 persen ini sejatinya masih berada sedikit di bawah rerata nasional. Secara nasional, BPS mencatat inflasi September 2026 berada di level 3,28 persen (y-on-y), 0,30 persen (m-to-m), dan 2,17 persen (y-td).