GRESIK, PustakaJC.co – Inovasi teknologi perangkat wearable terus berkembang. Tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) mengembangkan layar sentuh fleksibel yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pakaian. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna menampilkan foto, mengakses informasi digital, hingga menerima panggilan telepon melalui baju yang dikenakan.
Pengembangan ini menjadi bagian dari kemajuan teknologi tekstil pintar atau smart textile yang mengintegrasikan perangkat elektronik dengan bahan kain. Melalui inovasi tersebut, pakaian berpotensi memiliki fungsi tambahan sebagai media interaksi digital tanpa harus selalu bergantung pada perangkat seluler. Dilansir dari gresiksatu.com, Senin, (2/11/2026).
Layar yang dikembangkan dirancang agar dapat menyatu dengan tekstil. Berbeda dengan layar elektronik konvensional yang umumnya memiliki struktur kaku, teknologi ini mengedepankan fleksibilitas sehingga dapat mengikuti pergerakan tubuh pengguna.
Layar Terintegrasi dengan Kain
Teknologi layar sentuh berbasis tekstil ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan tampilan digital layaknya menggunakan perangkat elektronik modern.
Layar tersebut dapat menampilkan gambar, foto, serta antarmuka aplikasi. Pengguna juga dapat melakukan sejumlah aktivitas digital melalui permukaan pakaian yang telah dilengkapi teknologi tersebut.
Integrasi layar elektronik ke dalam kain menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan tekstil pintar. Selain kemampuan menampilkan informasi, perangkat harus tetap mempertahankan karakteristik utama pakaian, seperti kenyamanan, kelenturan, dan kemudahan digunakan.
Karena itu, inovasi ini tidak hanya berfokus pada fungsi elektronik, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat diterapkan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berpotensi Menghadirkan Fungsi Baru pada Pakaian
Salah satu kemampuan yang ditawarkan teknologi tersebut adalah akses terhadap fungsi komunikasi dan multimedia. Pengguna dapat melihat foto, menerima notifikasi, serta menjawab panggilan telepon melalui layar yang terpasang pada pakaian.
Kemampuan ini membuka peluang bagi pakaian pintar untuk mengambil sebagian fungsi perangkat seluler. Dengan semakin berkembangnya teknologi elektronik fleksibel, interaksi digital berpotensi dilakukan melalui benda-benda yang digunakan sehari-hari.
Meski demikian, penerapan teknologi tersebut masih perlu memperhatikan sejumlah aspek, terutama efisiensi energi, ketahanan perangkat, serta kenyamanan saat digunakan dalam jangka panjang.
Berpeluang Dimanfaatkan di Berbagai Sektor
Selain untuk kebutuhan personal, teknologi layar sentuh pada pakaian juga berpotensi dikembangkan untuk berbagai bidang.
Di sektor kesehatan, tekstil pintar dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan kondisi pasien. Sementara di bidang olahraga, teknologi tersebut berpeluang digunakan untuk menampilkan data performa atlet.
Penerapannya juga dapat dikembangkan pada sektor keselamatan kerja, pendidikan, transportasi, hingga layanan publik yang membutuhkan akses informasi secara cepat.
Namun, pemanfaatan secara luas masih membutuhkan penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Faktor daya tahan, konsumsi energi, biaya produksi, serta kesiapan teknologi menjadi aspek penting sebelum perangkat tersebut dapat digunakan secara komersial.
Perkembangan ini menambah ragam inovasi dalam industri wearable technology. Sebelumnya, perangkat digital yang dapat dikenakan telah hadir dalam bentuk jam tangan pintar, kacamata pintar, dan cincin pintar.
Integrasi layar sentuh ke dalam pakaian menunjukkan peluang baru dalam pengembangan perangkat komputasi yang semakin dekat dengan aktivitas manusia.
Jika teknologi tersebut dapat dikembangkan hingga tahap produksi massal, pakaian pintar berpotensi menjadi alternatif baru dalam mengakses informasi dan berinteraksi dengan perangkat digital. (ivan)