Gus Yani Fokus Tuntaskan RTLH dan Infrastruktur Pendidikan di Gresik

gresik | 09 Desember 2025 07:21

Gus Yani Fokus Tuntaskan RTLH dan Infrastruktur Pendidikan di Gresik
Gedung GUS di komolek Islamic Center di Kecamatan Balongpanggang. (dok bhirawa)

GRESIK, PustakaJC.co – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menegaskan komitmennya memperluas perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendidikan pada 2026. Ia memastikan setiap rupiah APBD 2026 diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat.

 

“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Anggaran difokuskan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” tegasnya dalam rapat paripurna DPRD Gresik, dikutip dari bhirawaonline.co.id, Selasa, (9/12/2025).

 

Berbagai program prioritas menunjukkan progres signifikan, mulai peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, hingga revitalisasi ruang publik.

 

 

 

Program RTLH berbasis Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Panceng, mencatat peningkatan kualitas 39 dari 43 unit serta pembangunan 50 dari 102 unit rumah baru.

 

“Pemerataan bantuan RTLH harus menyentuh seluruh kecamatan. Kawasan kumuh kalau bisa sampai nol persen,” ujar Gus Yani.

 

Ia menegaskan bahwa penanganan permukiman bukan hanya perbaikan fisik rumah, tetapi juga kepastian hukum tanah, sanitasi layak, dan akses air bersih.

 

Pemkab Gresik juga menuntaskan pembangunan reservoir di Duduksampeyan dan Kebomas untuk memperluas cakupan layanan PDAM.

 

“Reservoir baru ini langkah strategis agar distribusi air semakin merata,” jelasnya.

 

 

 

Di Desa Raci Tengah, Pemkab menyiapkan infrastruktur air bersih untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi, yang konsepnya diadopsi dari studi banding ke Semarang.

 

Pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang memasuki tahap akhir. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi publik dan ikon pembelajaran sains di Gresik, yang akan diresmikan pada 2026.

 

“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif dan modern. Setiap akhir pekan sudah padat pengunjung,” ungkapnya.

 

GUS nantinya juga dilengkapi museum berbasis teknologi yang menampilkan kearifan lokal. (ivan)