Nguri-uri Budaya, DPRD Jatim Apresiasi Pelaku Seni di Gresik

gresik | 18 Desember 2025 06:12

Nguri-uri Budaya, DPRD Jatim Apresiasi Pelaku Seni di Gresik
Anggota DPRD Jatim, MH Rofiq saat memberikan apresiasi kepada para pelaku seni budaya di Kabupaten Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Upaya pelestarian seni dan budaya lokal terus mendapat perhatian DPRD Jawa Timur. Melalui Program Apresiasi Pelaku Budaya 2025, DPRD Jatim bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan penghargaan kepada 20 pelaku seni budaya di Gresik, Selasa (16/12/2025) di Aula Lantai 2 Kantor Disparekrafbudpora.

 

Kepala Bidang Kebudayaan Disparekrafbudpora Gresik, Mudi Rahayu, menyatakan kegiatan ini bertujuan menguatkan eksistensi seni dan budaya serta memberi motivasi kepada pelaku seni. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (18/12/2025).

 

“Masing-masing penerima mendapatkan bantuan senilai Rp1 juta. Harapannya, program ini berlanjut tiap tahun,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disparekrafbudpora Gresik itu.

 

 

 

Anggota DPRD Jatim, MH Rofiq, menegaskan pentingnya seni dan budaya sebagai jati diri bangsa. “Bangsa yang besar menghargai budayanya sendiri. Korea Selatan misalnya, selain teknologi, drama mereka mendunia. Kita juga harus bisa,” kata Rofiq. Ia prihatin banyak generasi muda belum mengenal budaya daerahnya, sehingga apresiasi kepada 500 pelaku seni di Jatim menjadi langkah penting untuk regenerasi.

 

Dukungan juga datang dari Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, yang menyebut para pelaku seni sebagai penjaga nilai-nilai budaya lokal.

 

Beberapa pelaku seni yang menerima apresiasi di Gresik antara lain: Suef (Damar Kurung), Sumarmo (Macapat), Retdy Dwi Sulaksono (Jaranan), Supratno (Kuda Kicak), Abdul Majid (Pencak Macan), Moh. Dzunur Ain dan Ahmad Ali Khumaini (teater), Muhammad Afif (Kentrung), Delia Paramitha (Jaranan), Lukmanul Hakim (sastra), Nur Fatah dan Abdullah Kamal Fuady (Pencak Silat), serta Muchlis, Sholikhun, dan Abdullah Adlim (Ishari).

 

Program ini diharapkan mendorong pelaku seni terus bersinergi, berkolaborasi, dan menjaga budaya Jawa Timur tetap hidup dan berkembang. (ivan)