Harga Bahan Pokok Mulai Naik Jelang Nataru, Telur dan Ayam Paling Membebani Warga Gresik

gresik | 20 Desember 2025 10:28

Harga Bahan Pokok Mulai Naik Jelang Nataru, Telur dan Ayam Paling Membebani Warga Gresik
Petugas saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Baru Gresik terpantau mengalami kenaikan. Meski tidak merata di semua komoditas, lonjakan harga telur ayam dan daging ayam menjadi yang paling dirasakan masyarakat.

 

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gresik, Chumaidi, menyebut kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam sebulan terakhir seiring meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (20/12/2025).

 

“Tidak semua naik, tapi yang paling terasa dalam satu bulan terakhir adalah telur dan ayam,” ujar Chumaidi, Jumat, (19/12/2025).

 

 

 

Saat ini, harga telur ayam mencapai Rp35.500 per kilogram, naik cukup tajam dibanding awal bulan yang masih berada di kisaran Rp28.000 per kilogram. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp7.500 per kilogram. Sementara harga daging ayam juga melonjak dari Rp33.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

 

“Telur dan ayam ini kebutuhan harian, jadi kenaikannya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

 

Untuk komoditas lainnya, harga bawang merah masih stabil di angka Rp34.000 per kilogram, sedangkan bawang putih bertahan di kisaran Rp32.000 per kilogram. Harga gula pasir juga belum mengalami perubahan, tetap di Rp16.000 per kilogram.

 

Namun demikian, cabai mulai menunjukkan tren kenaikan. Cabai rawit kecil kini dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, sementara cabai merah besar berada di kisaran Rp32.000 per kilogram.

 

 

Pada komoditas beras, beras medium SPHP dijual Rp60.000 per kemasan. Beras medium merek Lele dan Pandan Wangi berada di harga sekitar Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, beras premium mulai mengalami penyesuaian harga. Beras cap Kereta dan Pelikan kini dijual Rp15.500 per kilogram, sedangkan cap Lahap berada di angka Rp15.200 per kilogram.

 

Chumaidi menambahkan, kenaikan harga beras medium dari selep atau desa terjadi hampir setiap hari, berkisar Rp100 hingga Rp200 per kilogram. Kondisi tersebut dipicu menipisnya stok beras di tingkat petani.

 

Untuk minyak goreng, Minyak Kita kemasan satu liter dijual Rp16.500 dan kemasan 900 mililiter Rp15.500. Minyak goreng curah berada di harga Rp19.000 per liter. Sementara harga daging sapi masih relatif stabil di kisaran Rp110.000 per kilogram.

 

“Beberapa komoditas memang mulai merangkak naik, dan sejauh ini belum ada langkah konkret untuk menahan laju kenaikan harga menjelang Nataru,” pungkasnya. (ivan)