GRESIK, PustakaJC.co - Musim baratan mulai melanda perairan Gresik dan berdampak serius terhadap kehidupan nelayan. Angin kencang yang disertai gelombang tinggi membuat aktivitas melaut berisiko, sehingga banyak nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Kondisi tersebut langsung memukul perekonomian nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut. Salah satunya dirasakan Khoirul Anas, nelayan asal Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Dilansir dari gresiksatu.com, Jumat, (12/1/2026).
Khoirul mengatakan, pada musim baratan nelayan sangat membutuhkan kehadiran pemerintah, terutama melalui bantuan sosial untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, bantuan yang diterima selama ini dinilai belum merata.
“Biasanya tahun-tahun sebelumnya saat musim baratan ada bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Tapi jumlahnya hanya sekitar lima sampai sepuluh paket sembako dan tidak mencukupi jumlah nelayan di Banyuurip,” ujar Khoirul, Jumat, (16/1/2026).