Ia menjelaskan, jumlah nelayan di Desa Banyuurip mencapai sekitar 400 hingga 500 orang. Dengan jumlah tersebut, bantuan terbatas jelas tidak mampu menjangkau seluruh nelayan terdampak. Bahkan, pada musim baratan tahun ini, bantuan tersebut tidak diterima sama sekali.
“Untuk tahun ini tidak ada bantuan dari pemerintah. Sementara kondisi nelayan semakin sulit. Untuk melaut saja kami harus berutang terlebih dahulu untuk membeli bahan bakar,” tuturnya.
Selain cuaca ekstrem, hasil tangkapan ikan juga menurun drastis akibat kondisi laut yang tidak menentu. Situasi ini semakin memperberat beban nelayan dan keluarganya.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Gresik lebih memperhatikan kondisi nelayan. Hasil tangkapan sangat minim, bahkan untuk membeli solar kami harus berutang,” tambahnya.