Ratna menambahkan, pupuk bersubsidi sektor perikanan terakhir kali disalurkan kepada petani tambak Gresik pada tahun 2021. Kembalinya program ini dinilai sangat penting karena sebagian besar budidaya ikan dan udang di Gresik masih dilakukan secara tradisional dan sangat bergantung pada pakan alami.
Dengan adanya pupuk bersubsidi, produksi pakan alami di tambak diharapkan meningkat sehingga dapat menekan biaya operasional petambak, terutama untuk pembelian pakan buatan.
“Harapannya, dengan adanya pupuk subsidi ini, produktivitas budidaya meningkat dan pendapatan petani tambak juga ikut naik,” terangnya.