Mobil listrik yang digunakan merupakan produk merek Selis, dengan harga sekitar Rp185 juta. Setelah ditambah biaya pengiriman dan penyesuaian, total anggaran pengadaan mencapai kurang lebih Rp200 juta, yang sepenuhnya bersumber dari dana Yayasan Ta’mir Masjid Manyar.
Abdul Mu’id mengungkapkan, konsep layanan ini terinspirasi dari pengalamannya saat berada di Arab Saudi. Ia melihat bagaimana jenazah di Masjidil Haram diantar menggunakan kendaraan khusus yang tertata rapi dan penuh penghormatan.
“Dengan mobil listrik ini, kesannya lebih tertib dan menghormati jenazah. Dulu sebenarnya pernah ada layanan serupa, tapi menggunakan gerobak dorong dan sebagian masyarakat menilai itu kurang pantas,” tuturnya.