Sementara itu, Pemkab Gresik menggelar rapat koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Timur, PT Pos Indonesia, Pos Properti, Dewan Kebudayaan Gresik, dan sejumlah OPD terkait. Rapat ini bertujuan menelaah pembongkaran cagar budaya tersebut secara komprehensif.
Dinas Perhubungan Gresik sebelumnya pernah merencanakan penyediaan kantong parkir di area Kantor Pos Basuki Rahmat. Namun, rencana itu batal karena memerlukan biaya sewa yang harus ditanggung Pemkab Gresik sekitar tahun 2024, menurut Kepala Dishub Gresik Khusaini. (ivan)