Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Panjatkan Doa untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera

surabaya | 31 Desember 2025 05:35

Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Panjatkan Doa untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera
Masyarakat dari berbagai daerah di Jatim mengikuti doa bersama di halaman Masjid Islamic Center Surabaya dalam zikir, selawat dan doa bersama, pada Selasa, (30/12/2025). (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri doa bersama akhir tahun 2025 dan doa menyambut tahun baru 2026 di halaman Masjid Raya Islamic Center Surabaya, Selasa malam, (30/12/2025).

 

Menurut Khofifah, hingga kini kondisi darurat bencana di sejumlah daerah Sumatera masih belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, dukungan spiritual dari masyarakat sangat dibutuhkan agar para korban diberi kekuatan dalam menghadapi masa sulit. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (31/12/2025).

 

“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak bencana diberikan kekuatan, kesabaran, dan mampu melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Bagi yang dipanggil oleh Allah SWT, semoga diterima di sisi-Nya,” ujar Khofifah.

 

 

 

Ia menegaskan, doa bersama menjadi bagian penting dari ikhtiar kemanusiaan, selain bantuan nyata yang terus disalurkan pemerintah dan berbagai pihak. Momentum akhir tahun dinilai tepat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial antarwarga.

 

Kegiatan doa bersama tersebut diikuti ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian zikir, selawat, serta doa untuk keselamatan bangsa dan para korban bencana.

 

Doa bersama dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Dalam tausiyahnya, Habib Syech mengingatkan bahwa doa merupakan senjata utama umat Islam, terlebih kegiatan ini bertepatan dengan bulan Rajab yang dikenal sebagai bulan ampunan.

 

 

 

Ia mengajak jamaah memanfaatkan bulan Rajab untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan agar tahun mendatang dipenuhi keberkahan serta dijauhkan dari musibah.

 

Selain mendoakan korban bencana Aceh dan Sumatera, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari doa akhir tahun 2025 dan doa menyambut tahun baru 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (ivan)