Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya Didik Irianto menjelaskan, setiap hari sekitar 1.600 ton sampah diolah menjadi listrik dengan total daya 12 MW. Sampah organik diproses melalui teknologi landfill gas power plant yang menghasilkan 2 MW, sedangkan sampah nonorganik diolah dengan teknologi termokimia atau gasifikasi yang menghasilkan 9 MW.
Inovasi ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai PLTSa Benowo mampu mengurangi volume sampah secara signifikan tanpa menimbulkan limbah tambahan. Pujian serupa disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, yang menyebut Surabaya selangkah lebih maju dan layak menjadi model nasional.
Untuk memperluas edukasi publik, PLN UID Jawa Timur juga menghadirkan program Virtual Journey to Green Power, yang memungkinkan masyarakat dan media melihat langsung proses pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui teknologi virtual reality.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi publik tentang energi baru terbarukan sekaligus mendorong replikasi pengelolaan sampah berbasis energi bersih di kota-kota besar lainnya. (ivan)