Stok Pangan Surabaya Aman Menjelang Imlek dan Ramadhan

surabaya | 29 Januari 2026 22:39

Stok Pangan Surabaya Aman Menjelang Imlek dan Ramadhan
Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras hingga Daging di Surabaya Relatif Stabil. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan awal bulan Ramadhan 2026, Pemerintah Kota Surabaya memastikan stok pangan di wilayahnya aman dan terkendali. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya 2025 masih berada di angka 73,28, menandakan kondisi pangan baik dan relatif stabil.

 

“Menjelang Imlek dan Ramadhan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya dalam kondisi aman. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar,” ujar Antiek, Dikutip dari jawapos.com, Kamis, (29/1/2026).

 

Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok (Siskaperbapo), harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per 27 Januari 2026 terpantau stabil. Beras premium tercatat Rp 15.416 per kilogram, beras medium Rp 12.666 per kilogram, dan gula kristal putih Rp 16.833 per kilogram.

 

Sementara itu, harga minyak goreng curah berada di Rp 19.833 per kilogram, minyak kemasan premium Rp 18.166 per liter, dan Minyakita Rp 16.183 per liter. Untuk protein hewani, harga daging sapi paha belakang stabil di Rp 115.000 per kilogram, sedangkan harga daging ayam ras justru turun tipis menjadi Rp 36.250 per kilogram.

 

 

Antiek menegaskan, pemerintah memahami harga bahan pokok kerap naik saat permintaan meningkat pada hari raya. 

 

“Stabilitas harga tidak lepas dari langkah antisipatif pemerintah. Jika terjadi indikasi kenaikan harga atau berkurangnya pasokan, kami siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggelar Gerakan Pangan Murah maupun operasi pasar,” tambahnya.

 

Selain itu, DKPP Surabaya berkoordinasi intensif dengan pengelola pasar tradisional, distributor, dan perangkat daerah untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan pasokan pangan. Antiek menghimbau masyarakat berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, dan menghindari panic buying.

 

“Pemerintah memastikan stok pangan tersedia sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi,” tegas Antiek. (ivan)