Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya, Dedy Purwito, menambahkan setiap tim dilengkapi armada truk pengangkut hotmix, kendaraan pickup, serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller. Dalam sehari, seluruh tim mampu menghabiskan 50 hingga 60 ton hotmix, tergantung tingkat kerusakan jalan.
“Distribusi material bisa cepat karena masing-masing tim sudah dibekali armada dan peralatan lengkap,” tukas.
Meski demikian, Pemkot Surabaya tetap mengandalkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan. Warga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi WargaKu maupun Call Center 112 agar satgas segera diturunkan ke lokasi.
Dengan dukungan anggaran dan sistem respons cepat tersebut, Pemkot Surabaya berharap perbaikan jalan berlubang dapat dilakukan lebih sigap demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. (ivan)