SURABAYA, PustakaJC.co – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Simokerto resmi beroperasi di Jalan Sidotopo Wetan, Surabaya, sebagai upaya nyata mendukung pemenuhan gizi generasi muda sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
Pengelola SPPG Simokerto sekaligus pemilik Yayasan Cahya Asa Bahari, Indah, mengatakan kehadiran dapur gizi ini disambut antusias warga sekitar. Menurutnya, program ini bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kesehatan anak-anak. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (2/3/2026).
“Kami ingin memastikan setiap porsi yang keluar dari dapur ini memiliki kualitas terbaik untuk masa depan anak-anak kita. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat Simokerto,” ujarnya, Minggu, (1/3/2026).
Indah menambahkan, operasional dapur ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai dijalankan di berbagai wilayah.
Tokoh masyarakat setempat, Dahuji, menegaskan bahwa dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam ekosistem ini. Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Simokerto Noervita Amin mengungkapkan pihaknya menargetkan pembangunan total 10 dapur SPPG di wilayah Kecamatan Simokerto yang mencakup lima kelurahan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh operasional dapur MBG di wilayah Simokerto. Ini sangat penting agar anak-anak kita, sebagai Generasi Emas Indonesia, dapat tumbuh optimal dan menjadi pemimpin masa depan,” kata Noervita.
Keberadaan dapur SPPG Simokerto diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui keterlibatan langsung masyarakat sekitar dalam operasional dan distribusi layanan gizi. (ivan)