SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya terus mendekatkan akses pangan murah bagi warga. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kelurahan Benowo, Rabu, (4/3/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan antusiasme warga cukup tinggi. Komoditas berkualitas dengan harga di bawah pasar langsung diserbu, terutama untuk menjaga daya beli selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (5/3/2026).
“Selama Ramadan ini, salah satu fokus kami adalah mendekatkan kebutuhan komoditas pangan kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Ini langkah nyata kota untuk mengantisipasi inflasi agar harga tetap stabil,” ujar Antiek.
Ia menjelaskan, lokasi GPM sengaja didekatkan ke wilayah permukiman agar akses warga terhadap bahan pokok semakin mudah.
Merespons tingginya permintaan menjelang Lebaran, DKPP menambah variasi dan jumlah stok. Jika sebelumnya hanya tersedia beras SPHP, kini juga disediakan beras premium karena minat masyarakat meningkat.
“Selain itu, kami juga menambah stok gula pasir, minyak goreng, telur ayam, dan cabai agar semakin banyak kebutuhan warga yang terakomodir,” katanya.
Antiek mengakui sempat ada kendala pasokan minyak goreng dari pabrik. Namun, ia memastikan kondisi sudah terkendali.
“Kondisi pasokan sementara masih bisa dikendalikan dan harganya stabil,” tegasnya.
Menjelang Idul Fitri yang tinggal sekitar dua pekan lagi, Pemkot mengimbau warga tidak melakukan panic buying.
“Stok pangan di Surabaya aman. Kami harap warga belanja seperlunya agar tidak terjadi pemborosan. Belanjalah dengan nyaman karena harga akan terus kita kendalikan,” ujarnya.
Kehadiran GPM disambut positif warga. Elianti, warga Kauman, mengaku selisih harga cukup membantu pengeluaran rumah tangga.
“Sangat membantu sekali, harganya jauh lebih murah. Di pasar MinyaKita sudah hampir Rp18.000, di sini masih Rp15.000,” kata Eli.
Menurutnya, harga telur dan gula di pasar juga mulai merangkak naik, sehingga GPM menjadi solusi tepat.
Dalam kegiatan kali ini, DKPP menyiapkan 400 sak beras (SPHP dan premium), 1.200 liter MinyaKita, 75 pak telur ayam, daging segar, serta kebutuhan pokok lainnya. (ivan)