Surabaya Dipuji Menteri LH, Pengelolaan Sampah Dinilai Setara Kota Dunia

surabaya | 07 Maret 2026 12:17

Surabaya Dipuji Menteri LH, Pengelolaan Sampah Dinilai Setara Kota Dunia
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, (bertopi hitam, duduk paling depan) saat survei menyusuri sungai Kalimas. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kinerja Pemerintah Kota Surabaya dalam mengelola lingkungan kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menilai sistem pengelolaan sampah di Kota Pahlawan sudah sebanding dengan kota-kota besar dunia.

 

Pujian itu disampaikan Hanif saat menghadiri apel dan kerja bakti korve di sepanjang Sungai Kalimas bersama ribuan warga Surabaya, Jumat, (6/3/2026).

 

Menurut Hanif, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga lingkungan. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (7/3/2026).

 

“Surabaya merupakan salah satu kota dengan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia. Budaya kebersihannya bahkan sebanding dengan kota-kota besar di dunia,” ujar Menteri Hanif.

 

 

 

 

 

Hanif juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan kerja bakti tersebut. Tercatat lebih dari 7.000 warga ikut terlibat membersihkan lingkungan di berbagai titik kota.

 

Partisipasi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa kesadaran menjaga kebersihan telah menjadi budaya masyarakat Surabaya.

 

Saat ini Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Namun sebagian besar telah dikelola melalui sistem yang melibatkan masyarakat sejak dari tingkat rumah tangga.

 

 

Menurut Hanif, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi maupun energi.

 

Ia juga menyoroti keberhasilan Surabaya mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di PLTSa Benowo.

 

“Fasilitas ini menjadi contoh implementasi program nasional pengolahan sampah menjadi energi yang berjalan berkelanjutan,” katanya.

 

 

Meski demikian, Hanif menyebut masih ada sekitar 800 ton sampah per hari yang perlu dikelola lebih optimal. Pemerintah pusat bersama Pemkot Surabaya kini tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan tambahan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah.

 

Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan kerja bakti di Sungai Kalimas merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya kebersihan di tengah masyarakat.

 

Kegiatan tersebut melibatkan 7.269 peserta yang tersebar di delapan titik, mulai dari kawasan Monumen Kapal Selam Surabaya hingga Kampung Gemblongan. (ivan)