Nyepi dan Lebaran Berdekatan, Wali Kota Eri Cahyadi Imbau Warga Tahan Takbiran di Sekitar Pura

surabaya | 19 Maret 2026 04:18

Nyepi dan Lebaran Berdekatan, Wali Kota Eri Cahyadi Imbau Warga Tahan Takbiran di Sekitar Pura
Ilustrasi umat Hindu saat Upacara Melasti, salah satu rangkaian ibadah menjelang Hari Suci Nyepi, di Pantai Kenjeran. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dua hari besar keagamaan tahun ini berlangsung hampir bersamaan. Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada 19 Maret 2026, sementara Idulfitri 1447 H diperkirakan pada 20 atau 21 Maret 2026.

 

Menyikapi hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau warga untuk menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (19/3/2026).

 

Ia menegaskan, takbiran tetap diperbolehkan, namun diminta tidak digelar di sekitar pura, terutama di wilayah yang terdapat komunitas Hindu seperti kawasan Kenjeran.

 

“Saya nyuwun tolong agar yang melakukan takbir tidak keliling di sekitar pura,” ujar Eri, Rabu (18/3).

 

 

Selain itu, pengelola masjid atau musala yang berdekatan dengan pura juga diminta tidak menggunakan pengeras suara luar saat takbiran.

 

“Cukup di dalam saja. Kita menghormati saudara-saudara kita umat Hindu yang sedang Nyepi,”tambahnya.

 

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Ia juga mengajak tokoh agama hingga tingkat kelurahan untuk ikut menyosialisasikan imbauan tersebut.

 

Eri optimistis, semangat gotong royong dan saling menghargai akan memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang damai dan toleran.

 

“Mari kita jaga bersama kerukunan dan keharmonisan di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ivan)