Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, menyampaikan permohonan maaf kepada siswa dan guru yang terdampak insiden tersebut.
“Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan,” katanya.
Meski begitu, Chafi memastikan seluruh bahan makanan dalam kondisi segar dan proses pengolahan telah mengikuti prosedur Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu bahan yang sangat riskan,” tegasnya.
Ia juga menyebut dapur MBG tersebut baru beroperasi sekitar tiga bulan, namun seluruh izin dan sertifikasi dari BGN diklaim telah lengkap.
“Kami akan banyak evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Chafi. (ivan)