Respons Eri Cahyadi soal 200 Siswa Keracunan MBG di Surabaya

surabaya | 13 Mei 2026 07:38

 

Menurut Eri, pihak sekolah sebenarnya telah melakukan pengecekan awal terhadap paket makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Mulai dari aroma, kondisi makanan, hingga tekstur disebut tidak menunjukkan tanda-tanda basi.

 

“Sebelum dibagikan memang sekolah itu sudah mengecek dari bau, basahnya, tidak ada yang menjurus ke basi, tetapi setelah 2 jam terjadi itu, karena itu masih di lab kan, hasilnya apa nanti kita tunggu ya,” tambahnya.

 

Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP di Kecamatan Bubutan mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Senin pagi (11/5).

 

Para siswa sempat menjalani penanganan medis di Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya dengan keluhan mual dan pusing.

 

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, mengatakan dugaan sementara sumber keracunan berasal dari menu berbahan daging yang baru pertama kali disajikan.

 

“Kalau dari pantauan kami dan dari laporan guru-guru, biasanya nggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin dari dagingnya,” ujar Tyas.