SURABAYA, PustakaJC.co – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kyokushin Karate yang digelar Fighting Spirit Dojo di GOR Pancasila Surabaya berlangsung meriah, Sabtu (16/5/2026). Ajang ini diikuti sekitar 300 karateka dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta berasal dari 12 perguruan Kyokushin yang tersebar di sejumlah wilayah. Jumlah tersebut bahkan melampaui target panitia, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perkembangan olahraga Kyokushin Karate di Indonesia.
Wakil Ketua Panitia, Sandi Sudibyo, mengaku tidak menyangka jumlah peserta yang hadir mencapai ratusan atlet.
“Peserta yang turun dalam kejuaraan ini melebihi target kami. Kami tidak menyangka jumlahnya bisa mencapai 300 orang,” ujar Sandi. Demikian dikutip dari radarsurabaya.jawapos.com, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Sandi, kejuaraan ini terbuka bagi seluruh perguruan Kyokushin di Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antaratlet dan antarperguruan.
“Tujuannya bukan hanya bertanding, tetapi juga membangun silaturahmi dan memperkuat hubungan antarperguruan Kyokushin,” tambahnya.
Para peserta dibagi ke dalam beberapa kategori usia, mulai dari usia enam tahun hingga kelas dewasa. Pembagian tersebut dilakukan agar pertandingan berlangsung lebih seimbang sesuai usia dan kemampuan masing-masing atlet.
Sandi menjelaskan, Kejurnas ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda berbakat. Karateka terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan internasional di Jepang pada November 2026.
“Atlet-atlet terbaik dari kejuaraan ini akan kami siapkan untuk berlaga di Jepang,” jelasnya.
Perwakilan IBKO Jepang, Kiyotaka Nakajima, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kejuaraan di Surabaya. Ia menilai kualitas teknik karateka Indonesia sudah sangat baik dan tidak berbeda jauh dengan atlet di Jepang.
“Kejuaraan ini sangat bagus dan para pesertanya sangat antusias. Kualitas karate Indonesia juga tidak berbeda dengan di Jepang,” katanya.
Nakajima berharap ke depan kejuaraan serupa dapat digelar dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai daerah.
Sementara itu, Antonius dari Perguruan Spirit Fighting Indonesia menilai perkembangan karate nasional terus menunjukkan peningkatan positif. Menurut mantan atlet yang kini menjadi pelatih tersebut, pembagian kelas yang lebih merata membuat pertandingan berlangsung semakin kompetitif.
Ia juga menilai semakin banyaknya turnamen karate di Indonesia turut meningkatkan popularitas olahraga tersebut sekaligus mendorong minat generasi muda untuk menekuninya. (frchn)