Menurut Eri, transparansi bukan sekadar bentuk pertanggungjawaban pemerintah, tetapi juga langkah membangun kepercayaan publik agar masyarakat merasa dihargai dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Surabaya.
Ke depan, Pemkot Surabaya berencana membuka sejumlah proses strategis kepada publik melalui siaran langsung di platform digital, termasuk YouTube. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Ketika masyarakat percaya kepada pemerintah, mereka akan merasa menjadi bagian dari pembangunan,” katanya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga berencana membuka informasi pembangunan hingga tingkat kampung dan RW secara lebih detail, termasuk besaran anggaran yang digunakan di masing-masing wilayah.
“Setiap RW akan mengetahui pembangunan apa saja yang dilakukan dan berapa nilai anggaran yang digunakan di wilayahnya,” jelasnya.