Dalam kesempatan itu, Eri juga menekankan pentingnya keberanian aparatur dalam mengambil keputusan, khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa, selama dilakukan secara transparan dan didukung kajian yang kuat.
Ia menilai dinamika ekonomi global, termasuk kenaikan harga material konstruksi, tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan di Kota Surabaya.
“Pembangunan harus tetap berjalan meski ada penyesuaian target. Yang terpenting, setiap keputusan memiliki dasar yang jelas dan dilakukan secara transparan,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Mia Amiati menilai tata kelola pemerintahan di Surabaya sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak tahap awal.