Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia-UEA Sukses Cegah Sampah Plastik Masuk Laut

surabaya | 13 Juni 2026 07:54

 

Ia menambahkan, perubahan kondisi lingkungan mulai terlihat di Kali Tebu yang kini tampak lebih bersih dibanding sebelumnya. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai juga terus meningkat.

 

Meski masih ditemukan sekitar satu ton sampah per hari yang tertahan di sungai, jumlah tersebut mulai menunjukkan tren penurunan. Menurut Fikser, indikator utama keberhasilan program bukan banyaknya sampah yang diangkat, melainkan berkurangnya sampah yang dibuang masyarakat sejak dari sumbernya.

 

“Kita berharap sampah semakin berkurang. Karena itu penguatan di hulu harus dilakukan dengan menekan sampah dari rumah tangga,” tegasnya.

 

Pemkot Surabaya sendiri menargetkan pengurangan timbulan sampah hingga 40 persen. Saat ini volume sampah yang dihasilkan Kota Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

 

Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ton telah memiliki nilai ekonomis melalui pengolahan di TPS 3R, sementara sekitar 1.000 ton diolah menjadi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo. Sisanya sekitar 600 ton masih berakhir di landfill.

 

Untuk mengurangi jumlah tersebut, pemerintah pusat telah menunjuk Surabaya sebagai salah satu daerah pengembangan fasilitas Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Lahan seluas 5,8 hektare di kawasan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal, telah disiapkan untuk mendukung proyek tersebut.