SURABAYA, pluskaka – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya meminta PT PLN (Persero) menyampaikan informasi serta jadwal pemadaman listrik secara lebih awal, rinci, dan mudah diakses masyarakat maupun pelaku usaha.
Ketua Kadin Surabaya, M. Ali Affandi L.N.M, mengatakan permintaan tersebut muncul setelah gangguan pasokan listrik yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dalam dua pekan terakhir kerap berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Kami berharap ada penyampaian informasi dan jadwal pemadaman secara lebih awal, rinci, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Ali Affandi di Surabaya, Senin (22/6).
Menurutnya, sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik mendadak selama dua hingga lima jam, baik pada pagi, siang, sore, maupun malam hari. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kerugian bagi berbagai sektor usaha, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ali Affandi menjelaskan, usaha seperti penjual frozen food, laundry, katering, dan berbagai usaha lain yang bergantung pada pasokan listrik menjadi kelompok yang paling terdampak.
“Gangguan listrik ini memberikan dampak sangat besar bagi pelaku UMKM yang menggantungkan penghasilannya dari ketersediaan listrik,” ujarnya.
Selain meminta kejelasan informasi pemadaman, Kadin Surabaya juga mendorong PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik di kawasan industri, sentra UMKM, pusat perdagangan, pasar tradisional, hingga fasilitas publik strategis.
Kadin juga mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, serta mekanisme mitigasi gangguan guna mencegah terulangnya pemadaman yang berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi.
“Kami ingin adanya percepatan pemanfaatan energi alternatif dan energi terbarukan melalui berbagai insentif yang dapat diakses pelaku usaha,” kata Ali Affandi.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mengantisipasi dampak ekonomi akibat gangguan pasokan listrik.
Dengan langkah rl, Kadin Surabaya berharap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha dapat tetap berjalan optimal meski menghadapi tantangan pada sektor ketenagalistrikan. (nov)