Dian menyebut keberadaan kucing bakau yang ditemukan melalui penelitian akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi indikator penting bahwa ekosistem mangrove di kawasan tersebut masih terjaga dengan baik.
"Kucing bakau hidup secara liar sehingga tidak mudah dikembangbiakkan. Keberadaannya justru menunjukkan kualitas ekosistem mangrove yang masih alami," katanya.
Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menilai tingkat keanekaragaman hayati menjadi indikator utama kualitas sebuah kebun raya. Karena itu, pihaknya terus mendorong peningkatan jumlah koleksi mangrove agar Surabaya memiliki pusat konservasi yang diakui dunia.