Menurut Agus, Surabaya memiliki peluang besar menjadi rujukan internasional dalam pembelajaran mangrove karena belum banyak kebun raya tematik mangrove yang memiliki koleksi lengkap.
"Kita memiliki potensi menjadi yang terbaik di dunia. Jika ingin belajar mengenai mangrove, datanglah ke Surabaya. Itu mimpi besar yang sedang kita bangun," ujarnya.
Ia menambahkan, Kebun Raya Mangrove kini juga dikembangkan sebagai living laboratory yang dimanfaatkan berbagai perguruan tinggi untuk kegiatan penelitian. Sejumlah kampus seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, hingga Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah diarahkan menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi riset.
Dengan penguatan fungsi konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan kolaborasi akademik, Kebun Raya Mangrove Surabaya diharapkan mampu menjadi pusat inovasi mangrove yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pelestarian ekosistem pesisir Indonesia. (int)