Antisipasi Kebakaran, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan TPA Benowo

surabaya | 09 Juli 2026 21:07

Antisipasi Kebakaran, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan TPA Benowo
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan di TPA Benowo untuk mencegah kebakaran. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat sistem pengawasan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo sebagai langkah antisipasi kebakaran. Pengawasan dilakukan selama 24 jam dengan dukungan petugas lapangan serta kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di sejumlah titik strategis.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah terjadinya kebakaran di beberapa tempat pembuangan akhir di Indonesia, seperti TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang dan TPA Cikolotok di Kabupaten Purwakarta. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (9/7/2026).

 

Menurut Eri, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan pengelola TPA Benowo untuk memperketat akses masuk dan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aktivitas di kawasan tersebut.

 

“Tidak boleh sembarang orang masuk ke area TPA. Seluruh pekerja yang beraktivitas di dalamnya juga harus diawasi secara ketat,” ujarnya, Kamis, (9/7/2026).

 

 

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menempatkan petugas yang berjaga selama 24 jam guna memastikan kondisi TPA tetap terkendali dan respons cepat dapat dilakukan apabila muncul potensi gangguan.

 

Eri menjelaskan, sistem CCTV yang baru dipasang memungkinkan pemerintah memantau seluruh proses pengelolaan sampah secara real time, mulai dari distribusi sampah ke fasilitas gasifikasi hingga area sanitary landfill.

 

“Melalui CCTV, kami bisa mengetahui alur pengelolaan sampah secara langsung, termasuk mana yang masuk ke fasilitas gasifikasi dan mana yang diarahkan ke sanitary landfill,” katanya.

 

 

Setiap hari, Kota Surabaya menghasilkan sekitar 1.600 ton sampah yang diolah melalui fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo. Pengolahan tersebut menggunakan dua teknologi utama.

 

Teknologi pertama adalah landfill gas power plant yang memanfaatkan gas metana dari timbunan sampah organik untuk menghasilkan listrik sebesar 2 megawatt (MW) per hari.

 

Sementara itu, teknologi gasifikasi atau termokimia digunakan untuk mengolah sampah nonorganik dan mampu menghasilkan listrik hingga 9 MW per hari.

 

Dengan pengawasan berlapis melalui petugas lapangan dan CCTV, Pemkot Surabaya berharap potensi kebakaran di TPA Benowo dapat dicegah sehingga operasional pengelolaan sampah tetap berjalan aman dan optimal.

 

“Pengawasan dilakukan selama 24 jam, baik secara langsung maupun melalui CCTV. Semoga langkah ini dapat mencegah terjadinya kebakaran di TPA Benowo,” pungkas Eri. (ivan)