Menurut dia, volume lumpur di kolam penampungan mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, permukaan lumpur disebut hampir menyentuh bibir tanggul yang mengelilingi area penampungan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, jarak antara permukaan lumpur dan bibir tanggul diperkirakan hanya sekitar 25 sentimeter. Di sisi lain, proses pengaliran material menuju Sungai Porong dinilai belum berlangsung optimal sehingga menyebabkan permukaan lumpur terus meningkat.
“Air lumpur sempat mengalir hingga ke tanggul penahan di bawahnya. Kami khawatir kalau debit air terus naik, aliran lumpur bisa mengancam rel kereta api maupun Jalan Raya Porong,” kata Sastro.
Kondisi tersebut membuat warga berharap penanganan dilakukan secepat mungkin agar kebocoran tidak berkembang menjadi luapan yang lebih besar. Pasalnya, rel kereta api dan Jalan Raya Porong merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui ribuan pengguna.