Surabaya Resmikan Krematorium Modern dengan Layanan Kedukaan Digital

surabaya | 19 Juli 2026 05:10

Surabaya Resmikan Krematorium Modern dengan Layanan Kedukaan Digital
Wali Kota Surabaya meresmikan operasional krematorium modern Yayasan Adi Jasa yang terintegrasi dengan layanan kedukaan digital di Jalan Demak, Surabaya. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota Surabaya bersama Yayasan Adi Jasa meresmikan krematorium modern yang terintegrasi dengan layanan kedukaan digital di Jalan Demak. Kehadiran fasilitas ini menghadirkan proses kremasi yang lebih cepat, ramah lingkungan, sekaligus memudahkan keluarga dan kerabat dalam memberikan penghormatan kepada almarhum, Sabtu, (18/7/2026).

 

Ketua Yayasan Adi Jasa, Pek Sugiarto Pangestu, menjelaskan bahwa fasilitas baru tersebut melengkapi layanan Rumah Duka Adi Jasa yang telah memiliki 58 ruang persemayaman, 22 mesin pendingin, serta lebih dari 2.600 tempat penyimpanan abu jenazah. Dilansir dari suarasurabaya.net, Minggu, (19/7/2026).

 

Menurutnya, krematorium menggunakan teknologi asal Jerman yang diklaim bebas asap dan bau sehingga lebih ramah lingkungan. Teknologi tersebut juga mempercepat proses kremasi menjadi sekitar 90 menit, dilanjutkan dengan proses pendinginan selama 30 menit.

 

“Keluarga bisa memilah-milah tulangnya untuk digiling. Digiling jadi abu, dimasukkan dalam guci, dan disimpan di tempat penitipan abu. Jadi tidak usah keluar jauh-jauh,” ujar Sugiarto.

 

 

Selain menghadirkan fasilitas kremasi modern, Yayasan Adi Jasa juga bekerja sama dengan platform Solusi Duka untuk menghadirkan layanan kedukaan berbasis digital.

 

Melalui layanan tersebut, keluarga maupun kerabat dapat mengirimkan karangan bunga digital berdesain tiga dimensi yang ditampilkan melalui layar televisi di ruang persemayaman. Layanan ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu sebagai alternatif yang lebih ekonomis sekaligus mengurangi limbah bunga papan konvensional.

 

Seluruh informasi kedukaan juga telah terintegrasi dalam situs web. Setiap almarhum memiliki halaman khusus yang memuat jadwal penutupan peti, pemberangkatan jenazah, hingga tampilan bunga digital yang tersambung dengan layar besar di seluruh ruang persemayaman dan krematorium.

 

Sugiarto mengatakan inovasi tersebut memungkinkan keluarga maupun sahabat yang berada di luar kota atau luar negeri tetap dapat memberikan penghormatan secara daring. Hingga saat ini, layanan kedukaan digital tersebut telah diakses sekitar lima juta pengguna dari 42 negara.

 

 

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi komitmen Yayasan Adi Jasa beserta para donatur yang selama ini konsisten membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

 

Menurut Eri, semangat gotong royong yang ditunjukkan yayasan menjadi contoh nyata dalam memperkuat nilai toleransi di Kota Surabaya.

 

“Semoga dengan diresmikannya krematorium ini akan memberikan banyak pilihan kepada warga Kota Surabaya. Akan memberikan yang terbaik bagi warga,” kata Eri.