SURABAYA, PustakaJC.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti pengerjaan proyek saluran yang membuat kondisi jalan menjadi tidak nyaman dan berisiko bagi pengendara. Ia meminta kontraktor tidak menunda pengaspalan setelah pekerjaan saluran selesai.
Hal tersebut disampaikan Eri setelah melakukan inspeksi mendadak di kawasan Kedungmangu Timur dan Tenggumung Wetan pada Rabu (26/8). Dalam pengecekan itu, ia menemukan ruas jalan yang belum segera dikembalikan ke kondisi layak setelah pekerjaan saluran rampung.
Menurut Eri, proses pengaspalan di lokasi tersebut sempat tertunda hingga sekitar dua pekan. Permukaan jalan yang tidak rata dengan perbedaan ketinggian mencapai dua sentimeter dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Waktu saya melakukan pengecekan ke sana, proyek fisik saluran telah selesai, namun pengaspalan tertunda hingga dua minggu. Ketinggian aspal yang tidak merata yang mencapai dua centimeter, memicu kecelakaan pengendara motor,” kata Eri, dikutip dari jawapos.com, Jumat, (28/8/2026).
Eri kemudian meminta kontraktor segera menyelesaikan pengaspalan. Ia memberikan batas waktu 1x24 jam agar kondisi jalan kembali aman untuk dilalui masyarakat.
Permintaan tersebut langsung ditindaklanjuti kontraktor. Pengaspalan dilakukan pada malam hari setelah Eri melakukan pengecekan di lokasi.
“Setelah saya ke sana, pihak kontraktor langsung menyelesaikan pengaspalan pada malam harinya. Sehingga masyarakat bisa nyaman kembali menggunakan jalannya,” ujarnya.
Eri menegaskan, pengerjaan proyek fisik di Surabaya tidak boleh hanya mengejar penyelesaian pekerjaan utama tanpa memperhatikan kondisi jalan yang digunakan masyarakat.
Ia meminta setiap kontraktor menjalankan pekerjaan sesuai tahapan. Setelah proses penggalian selesai, saluran harus segera ditutup dan permukaan jalan diperbaiki hingga kembali mulus sebelum pekerjaan berpindah ke titik lainnya.
“Ke depan jangan pernah ada lagi proyek pekerjaan yang tidak melakukan tahapan. Kontraktor di Surabaya harus melindungi warga Kota Surabaya dari kecelakaan. Kalau tidak ingin ikut tahapan itu ya keluar saja, jangan kerjakan proyek di Surabaya,” tegasnya.
Selain kontraktor, Eri juga meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek yang berlangsung.
Menurutnya, pengawasan diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di ruas jalan lainnya. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian selama proyek pembangunan berlangsung.
“Kepada dinas terkait saya juga berpesan untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek yang sedang berlangsung di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ivan)