Di sektor pendidikan, Pemkot melakukan pengalihan sisa anggaran beasiswa yang tidak terserap optimal—dari target awal 24.000 penerima—ke kebutuhan pendidikan lainnya tanpa menggeser fokus utama dari masyarakat kurang mampu.
"Maka anggaran yang lainnya kami manfaatkan kembali untuk pendidikan, bidang yang sama tapi tidak dalam hal untuk beasiswa. Karena Pemkot dan DPRD fokus untuk masyarakat yang memang tidak mampu," ujar Eri di Gedung DPRD Surabaya, Kamis.
Selain itu, Eri menyoroti penyerapan anggaran program kepemudaan di 31 kecamatan agar difokuskan pada kegiatan produktif pendorong ekonomi warga, seperti modal usaha berkelanjutan, dan bukan untuk kegiatan seremonial semata.