Di sisi lain, Eri menekankan pentingnya menjaga ruang bagi sport tourism di Surabaya agar sejajar dengan kota-kota penyelenggara marathon utama lainnya, seperti Jakarta dan Borobudur. Menurutnya, ajang lari jarak jauh terbukti memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian daerah.
"Event lari ini adalah salah satu cara menaikkan sektor pariwisata dan Penghasilan Asli Daerah (PAD). Perekonomian dan pergerakan UMKM warga yang dilintasi rute bahkan bergerak hingga mencapai Rp70 miliar," pungkasnya. (ivan)