Selama skema contraflow diberlakukan, kendaraan dari jalur arteri yang hendak menuju Tol Surabaya–Gempol (arah Surabaya) dialihkan melintas melalui jalur keluar (exit) GT Banyu Urip.
Untuk mendukung kelancaran transaksi di titik pengalihan tersebut, pihak JTT telah menyiagakan petugas lapangan yang dilengkapi dengan perangkat mobile reader.
Perangkat ini digunakan untuk melayani pembayaran tarif tol sebelum kendaraan diarahkan kembali bergabung ke jalur utama.
Agni juga meyakinkan publik bahwa rekayasa arus lalu lintas ini sifatnya terbatas dan tidak sampai melumpuhkan jalur utama Tol Surabaya–Gempol.
“Pengaturan lalu lintas ini hanya berlaku di area ramp GT Banyu Urip. Dengan demikian, pengaturan lalu lintas tidak diterapkan pada jalur utama Tol Surabaya–Gempol,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, JTT berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian dan instansi terkait guna mengantisipasi potensi kemacetan serta mengawal kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi proyek.