Selain pembongkaran bangunan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan penguatan konektivitas saluran air di ujung kawasan Kalianak. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air menuju Bozem Morokrembangan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.
Mudita menyebut, saat ini telah tersedia saluran penghubung atau connecting yang melewati saluran milik Jasa Marga. Namun, kapasitas saluran tersebut dinilai masih belum memadai untuk mengakomodasi aliran air secara optimal.
“Sudah ada connecting-nya, itu masuk di salurannya milik Jasa Marga tapi kecil, sekitar 2 meter, mungkin enggak sampai. Nah, itu kan nanti alirannya biar lebih lancar,” paparnya.
Menurut Mudita, saluran di kawasan Kalianak memiliki lebar sekitar enam meter sebelum menyempit menjadi sekitar dua meter pada bagian penghubung. Kondisi tersebut dinilai perlu ditangani melalui penyesuaian kapasitas saluran.
“Kita (saluran) dari ujung itu 6 meter, lalu mengecil menjadi 2 meter, sehingga pembesaran salurannya itu harus dilebihkan,” katanya.