Perbedaan Siomay dan Batagor, Mana yang Lebih Sehat?

kuliner | 16 Juni 2026 14:42

Perbedaan Siomay dan Batagor, Mana yang Lebih Sehat?
(dok detik.com)

SURABAYA, PustakaJC.co – Siomay dan batagor merupakan dua makanan populer di Indonesia yang sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan cukup jelas dari segi bahan, cara pengolahan, hingga kandungan gizinya.

Siomay umumnya berbentuk bulat atau oval seperti bakso kecil, sedangkan batagor berbentuk segitiga atau persegi dan cenderung lebih keras karena proses penggorengan.

Dari segi bahan, siomay biasanya dibuat dari campuran daging ayam, udang, atau ikan tenggiri yang dicampur tepung tapioka, lalu dikukus hingga menghasilkan tekstur lembut. Sementara itu, batagor umumnya menggunakan ikan tenggiri yang dibalut kulit tahu dan digoreng hingga renyah.

Secara kandungan kalori, batagor cenderung lebih tinggi dibandingkan siomay karena proses penggorengan yang menambah kadar minyak dalam makanan. Selain itu, penggunaan saus dan pelengkap seperti kecap atau bawang goreng juga turut menambah kalori.

Dari sisi gizi, siomay dinilai lebih kaya karena biasanya disajikan bersama sayuran seperti kol, kentang, pare, dan telur rebus. Kombinasi ini membuat asupan serat, vitamin, dan mineral menjadi lebih lengkap dibandingkan batagor.

Secara umum, siomay dianggap lebih sehat dibandingkan batagor karena tidak melalui proses penggorengan. Konsumsi makanan gorengan diketahui dapat meningkatkan asupan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

Namun demikian, ahli gizi tetap menekankan bahwa kedua makanan ini sebaiknya dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan, serta diimbangi dengan variasi makanan bergizi lainnya. (nov)