SURABAYA, PustakaJC.co - RS Kemenkes Surabaya bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur menggelar pertemuan strategis untuk memperkuat mutu layanan dan kompetensi SDM di era Rumah Sakit Berbasis Kompetensi. Pertemuan ini dihadiri para direktur RSUD se-Jawa Timur.
Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, Martha Muliana L. Siahaan, MARS, menegaskan bahwa transformasi rumah sakit membutuhkan tenaga kesehatan yang terlatih, teknologi medis yang modern, serta tata kelola berbasis data. Dilansir dari surabayapagi.com, Sabtu, (13/12/2025).
Materi inti disampaikan Ratih Dwi Lestari, MARS, yang menekankan pentingnya integrasi kompetensi SDM, keselamatan pasien, dan efektivitas pelayanan sebagai fondasi RS berbasis kompetensi.
Ketua ARSADA Jawa Timur, dr. Atok Irawan, menambahkan bahwa rumah sakit daerah perlu memperkuat kualitas tenaga medis, meningkatkan manajemen kinerja, dan memenuhi standar nasional layanan kesehatan.
Dalam forum tersebut, RS Kemenkes Surabaya juga memperkenalkan dua layanan unggulan:
• Layanan PET Scan pertama di Jawa Timur, dipaparkan oleh Tri Pera Sucianti, untuk deteksi presisi tinggi pada kanker dan kelainan organ.
• Layanan Radioterapi Pusat Kanker, disampaikan oleh dr. Donald, Sp.OnkRad, sebagai bentuk kesiapan rumah sakit menyediakan terapi radiasi terpadu bagi pasien dari berbagai provinsi di Indonesia Timur.
RS Kemenkes Surabaya menegaskan komitmennya sebagai Super Hub Rujukan Indonesia Timur, dengan layanan unggulan Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), didukung peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan. (ivan)