Rencana ini memicu beragam respons. Sebagian pengguna menilai biaya langganan berpotensi membebani, terutama bagi pengguna kasual. Namun di sisi lain, kreator dan pelaku bisnis digital melihat peluang baru untuk meningkatkan profesionalisme dan monetisasi konten.
Indonesia menjadi salah satu pasar kunci bagi WhatsApp dan Instagram. Penerapan layanan berbayar diprediksi berdampak signifikan, khususnya bagi UMKM, kreator konten, dan pelaku ekonomi digital yang selama ini menggantungkan aktivitas promosi pada dua platform tersebut.
Pakar digital menilai, pengguna perlu bersikap selektif sebelum berlangganan. Evaluasi kebutuhan fitur, perbandingan manfaat dan biaya, serta pertimbangan alternatif aplikasi gratis seperti Telegram atau Signal menjadi langkah penting.
Jika strategi Meta ini terbukti sukses, model berbayar diperkirakan akan menjadi tren baru industri media sosial global. Platform lain berpeluang mengikuti jejak serupa.
Di tengah perubahan ini, masyarakat Indonesia diimbau lebih cermat dalam mengambil keputusan—apakah cukup bertahan dengan layanan gratis, atau beralih ke fitur premium demi pengalaman yang lebih eksklusif dan profesional. (ivan)