SURABAYA, PustakaJC.co - Meta, perusahaan induk WhatsApp dan Instagram, tengah menyiapkan skema layanan berbayar untuk dua platform paling populer di dunia. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi bisnis Meta yang selama ini mengandalkan iklan digital sebagai sumber utama pendapatan.
WhatsApp kini digunakan lebih dari 2 miliar pengguna global, sementara Instagram menjadi salah satu platform berbagi foto dan video dengan basis kreator terbesar. Selama bertahun-tahun, keduanya dapat diakses gratis. Namun ke depan, Meta berencana menghadirkan layanan berlangganan dengan fitur premium. Dilansir dari gresiksatu.com, Sabtu, (31/1/2026).
Kebijakan ini disebut sebagai upaya Meta mengurangi ketergantungan pada iklan, sekaligus membuka sumber pendapatan baru melalui model subscription. Pengguna gratis tetap dapat mengakses layanan dasar, sementara fitur lanjutan hanya tersedia bagi pelanggan berbayar.
Untuk WhatsApp, Meta menyiapkan sejumlah fitur premium, antara lain nomor khusus untuk bisnis, integrasi multi-perangkat yang lebih canggih, serta perlindungan keamanan tambahan. Sementara di Instagram, pengguna berbayar akan mendapat akses ke konten eksklusif, data analitik mendalam bagi kreator, hingga pengalaman bebas iklan di feed.
Rencana ini memicu beragam respons. Sebagian pengguna menilai biaya langganan berpotensi membebani, terutama bagi pengguna kasual. Namun di sisi lain, kreator dan pelaku bisnis digital melihat peluang baru untuk meningkatkan profesionalisme dan monetisasi konten.
Indonesia menjadi salah satu pasar kunci bagi WhatsApp dan Instagram. Penerapan layanan berbayar diprediksi berdampak signifikan, khususnya bagi UMKM, kreator konten, dan pelaku ekonomi digital yang selama ini menggantungkan aktivitas promosi pada dua platform tersebut.
Pakar digital menilai, pengguna perlu bersikap selektif sebelum berlangganan. Evaluasi kebutuhan fitur, perbandingan manfaat dan biaya, serta pertimbangan alternatif aplikasi gratis seperti Telegram atau Signal menjadi langkah penting.
Jika strategi Meta ini terbukti sukses, model berbayar diperkirakan akan menjadi tren baru industri media sosial global. Platform lain berpeluang mengikuti jejak serupa.
Di tengah perubahan ini, masyarakat Indonesia diimbau lebih cermat dalam mengambil keputusan—apakah cukup bertahan dengan layanan gratis, atau beralih ke fitur premium demi pengalaman yang lebih eksklusif dan profesional. (ivan)