Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, khususnya adanya kelompok masyarakat yang menolak imunisasi. Kondisi ini menyebabkan masih munculnya KLB Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di beberapa wilayah Jawa Timur.
Sulvy menambahkan, pendekatan komunikasi intrapersonal dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Pendekatan bersama lintas sektor diperlukan agar masyarakat yang menolak dapat memahami pentingnya imunisasi, sehingga cakupan imunisasi dapat mencapai target dan merata di seluruh kabupaten/kota,” jelasnya.