Selain itu, Dinkes Jatim juga menyoroti masih adanya anak dengan status zero dose atau belum pernah mendapatkan imunisasi, serta imunisasi yang tidak lengkap. Karena itu, pada 2026, pihaknya mendorong optimalisasi program imunisasi kejar dengan dukungan aktif seluruh anggota Tim KAPI sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Perwakilan UNICEF wilayah Jawa, Armunanto, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat program imunisasi meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran.
Ia menyebut UNICEF turut mendukung melalui penyediaan konsultan imunisasi serta mendorong pemanfaatan sumber pendanaan alternatif, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang selama ini lebih banyak digunakan untuk pembangunan fisik.