SURABAYA,PustakaJC.co - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Pelemahan tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Jumat, (13/3/2026).
Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat berada di level Rp16.893 per dolar AS, melemah 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.886 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak global menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Demikian dikutip dari Suarasurabaya.net, jumat, (13/3/2026).
(halaman)
Menurutnya, harga minyak mentah sempat melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel setelah muncul laporan mengenai insiden yang melibatkan kapal tanker minyak internasional di dekat wilayah Irak.
Selain itu, laporan lain juga menyebutkan bahwa Oman melakukan evakuasi pada salah satu terminal ekspor minyak utama. Di sisi lain, Iran dilaporkan memblokir jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan inflasi global dalam jangka panjang. Kondisi ini juga meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral di sejumlah negara dapat mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif dalam beberapa bulan ke depan.