Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya beberapa kali menyampaikan adanya upaya deeskalasi konflik di kawasan tersebut. Namun, dinamika di lapangan menunjukkan ketegangan masih terus berlangsung.
Ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga energi pun membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang di negara berkembang, termasuk Indonesia. (Frcn)