JAKARTA, PustakaJC.co – Kecanduan judi online tidak datang tiba-tiba. Ada sejumlah tanda yang menunjukkan seseorang mulai terjerat permainan berisiko tersebut. Jika tidak disadari sejak awal, perilaku ini bisa berujung pada kerugian finansial hingga tindakan kriminal.
Dokter spesialis psikiatri subspesialis adiksi, Kristiana Siste, mengungkapkan salah satu tanda paling jelas adalah hilangnya kontrol terhadap perilaku berjudi. Seseorang yang mulai kecanduan akan terus bermain tanpa mengenal waktu. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (13/3/2026).
Menurutnya, kondisi ini juga dijelaskan dalam klasifikasi penyakit global World Health Organization melalui pedoman International Statistical Classification of Diseases 11th Revision yang memasukkan gangguan judi sebagai bentuk adiksi perilaku.
“Tidak mengenal pagi, siang, atau malam, dia terus bermain. Meski uangnya sudah habis, dia akan mati-matian mencari uang untuk berjudi. Bahkan ada yang sampai mencuri atau mengambil barang orang lain,” kata Kristiana di Jakarta, Kamis (12/3).
Kepala Departemen Psikiatri di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo itu menjelaskan, orang yang kecanduan biasanya menjadikan judi sebagai prioritas utama. Aktivitas lain kerap ditinggalkan demi bermain.
Ia mencontohkan, ada pemain yang bahkan menghentikan perjalanan hanya untuk membuka situs judi di ponselnya.
“Sedang naik motor pun bisa berhenti sebentar hanya untuk bermain. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Selain itu, pemain yang sudah kecanduan biasanya juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka lebih sering bermain sendirian dan jarang berinteraksi dengan orang lain.
Gejala lain adalah meningkatnya intensitas bermain. Jika awalnya hanya beberapa jam, lama-kelamaan bisa mencapai hampir sepanjang hari.
“Ada yang awalnya tiga jam, kemudian meningkat menjadi 18 jam sehari karena mereka percaya ada jam-jam tertentu yang dianggap ‘gacor’,” katanya.
Kristiana menjelaskan, salah satu faktor yang membuat judi online mudah membuat ketagihan adalah efek kimia di otak. Permainan seperti slot menampilkan warna cerah, animasi, serta suara kemenangan yang dapat memicu pelepasan dopamin—zat kimia yang menimbulkan rasa senang.
Lonjakan dopamin ini membuat otak membentuk memori bahwa berjudi memberikan kebahagiaan, sehingga pemain terdorong untuk mengulanginya.
Selain itu, kemenangan kecil dalam perjudian juga sering memunculkan ilusi kendali. Pemain merasa memiliki kemampuan atau strategi khusus, padahal hasilnya semata-mata ditentukan oleh peluang.
“Menangnya mungkin tidak seberapa, tapi dia merasa tidak punya skill saja bisa menang,” kata Kristiana.
Ia menegaskan tidak semua orang yang mencoba judi online akan berakhir kecanduan. Namun, aktivitas tersebut memiliki risiko tinggi memicu ketergantungan, terutama ketika seseorang mulai kehilangan kontrol, menjadikannya prioritas utama, dan terus bermain meski sudah merugi. (ivan)