Sementara itu, Sajodo Snack & Food juga memaksimalkan kekuatan media sosial sejak awal merintis usaha. Mereka rutin membagikan konten proses produksi hingga cerita di balik bisnisnya, sehingga membangun kedekatan dengan audiens secara organik.
Seiring meningkatnya permintaan, Sajodo memperluas strategi dengan memanfaatkan ekosistem digital dan layanan iklan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Ramadan menjadi periode krusial bagi bisnis ini karena tingginya kebutuhan camilan untuk berbuka puasa dan persiapan Lebaran.
Konsistensi tersebut membuahkan hasil signifikan. Pada Ramadan tahun ini, Sajodo mencatatkan peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat. Dengan modal awal sekitar Rp1 juta, usaha ini kini berkembang pesat dengan omzet miliaran rupiah, memiliki tiga pabrik, serta membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan warga.