Namun demikian, pengamat mengingatkan pentingnya memahami konsekuensi dari relaksasi tersebut, terutama terkait perpanjangan tenor dan total kewajiban pembayaran. Transparansi informasi dinilai menjadi kunci agar akses pembiayaan tidak justru menimbulkan beban utang berkepanjangan.
OVO Finansial mencatat telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp 6 triliun kepada sekitar 445.000 mitra di ekosistem Grab. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan di sektor informal sekaligus mempertegas peran platform digital dalam memperluas inklusi keuangan. (frcn)