SURABAYA, PustakaJC.co – Momentum Ramadan kembali mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah tingginya kebutuhan konsumsi, akses pembiayaan jangka pendek menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas arus kas usaha.
“Kami ingin memberikan fleksibilitas agar mitra dapat menyesuaikan pembayaran dengan kemampuan finansial mereka,” ujarnya. Demikian dikutip dari Jawapos.com, rabu, (18/3/2026).
Berbagai platform pembiayaan digital memanfaatkan periode ini dengan menawarkan layanan pinjaman yang lebih fleksibel. Salah satunya GrabModal by OVO Finansial, yang menyasar mitra pengemudi dan pelaku UMKM dalam ekosistem Grab. Layanan ini telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menawarkan proses pengajuan cepat dengan skema cicilan yang disesuaikan dengan pendapatan harian.
Direktur Utama OVO Finansial, Riady Nata, menyatakan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan solusi pendanaan yang mudah diakses sekaligus adaptif terhadap kondisi keuangan mitra.
Meski demikian, kemudahan akses pembiayaan ini tetap memerlukan kewaspadaan. Pengamat menilai, skema pembayaran harian yang langsung dipotong dari pendapatan memang dapat membantu kedisiplinan, namun berpotensi mengurangi likuiditas jika tidak diimbangi dengan perencanaan keuangan yang matang.
Sejumlah mitra mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Anto Putra Gunadi, pengemudi GrabCar di Balikpapan, memanfaatkan pinjaman untuk perawatan kendaraan dan kebutuhan keluarga.
“Pembayaran jadi lebih terkontrol karena langsung dipotong dari penghasilan harian,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Mirna, pelaku UMKM kuliner, yang menggunakan pembiayaan untuk menjaga ketersediaan bahan baku di tengah lonjakan permintaan. Meski sempat menghadapi kendala saat harus menghentikan usaha sementara, ia menilai fasilitas tersebut cukup membantu menjaga keberlangsungan produksi.
Sebagai langkah antisipasi, layanan ini juga menyediakan fitur “Jeda Bayar” yang memungkinkan penundaan cicilan dalam kondisi tertentu seperti sakit, mudik, atau keadaan darurat. Pada periode Lebaran 2026, fitur ini dijadwalkan berlaku pada pertengahan hingga akhir Maret.
Namun demikian, pengamat mengingatkan pentingnya memahami konsekuensi dari relaksasi tersebut, terutama terkait perpanjangan tenor dan total kewajiban pembayaran. Transparansi informasi dinilai menjadi kunci agar akses pembiayaan tidak justru menimbulkan beban utang berkepanjangan.
OVO Finansial mencatat telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp 6 triliun kepada sekitar 445.000 mitra di ekosistem Grab. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan di sektor informal sekaligus mempertegas peran platform digital dalam memperluas inklusi keuangan. (frcn)