JAKARTA, PustakaJC.co — Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi sempat menguat 22 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp16.889 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.911 per dolar AS. Kamis, (26/3/2026).
Meski demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan dolar AS dipicu oleh skeptisisme pasar terhadap peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. demikian dikutip dari jatim.antaranews.com, Kamis, (26/3/2026).
Ia menyebut, kenaikan harga minyak dunia turut menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah. Situasi ini dipicu oleh pernyataan pejabat tinggi Iran yang membantah adanya proses negosiasi dengan Amerika Serikat, sekaligus menepis kabar yang beredar sebagai informasi yang menyesatkan pasar.