JAKARTA, PustakaJC.co – Perawatan kulit menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah tidak selalu aman dilakukan. Jika digunakan tanpa pemahaman yang tepat, berbagai bahan tersebut justru berisiko mengiritasi kulit, mengganggu keseimbangan pH, hingga memicu masalah kulit yang lebih serius.
Dokter kulit sekaligus pendiri Zolie Skin di New Delhi, India, Dr. Nirupama Parwanda, mengatakan tren perawatan kulit rumahan yang banyak beredar di media sosial perlu disikapi dengan hati-hati. Menurutnya, bahan alami tidak selalu cocok untuk semua jenis kulit karena setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan kulit yang berbeda.
“Bahan alami tidak selalu berarti aman. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan iritasi, kekeringan, kemerahan, bahkan meningkatkan sensitivitas kulit,” ujarnya.
Parwanda menjelaskan beberapa bahan yang sering digunakan dalam perawatan rumahan seperti jus lemon, soda kue, pasta gigi, dan minyak esensial yang tidak diencerkan berpotensi merusak keseimbangan pH kulit. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi lapisan pelindung kulit sehingga lebih rentan terhadap berbagai faktor lingkungan.
Selain itu, bahan alami seperti kayu manis, bawang putih, ekstrak neem, maupun lidah buaya juga berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang.